Ah Koi Ga!!!
Sebuah ruang di rumah sakit, 15 Desember 2007
Tak ada lagi yang terlihat menarik dari mereka. Kerutan yang memenuhi permukaan kulit, rambut putih yang hampir merata di kepala, gigi yang mulai ompong…. Tidak, secara fisik mungkin memang sudah tak lagi terlihat menarik. Tapi menakjubkan melihat mereka demikian saling mengasihi. Sang kakek dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya terus berusaha membesarkan hati sang nenek yang tengah dilanda sakit. Ia terus-menerus membetulkan letak selimut sang nenek setiap kali sang nenek mengubah posisi tidurnya. Ia juga senantiasa mendekatkan telinganya ke bibir sang nenek setiap kali sang nenek berbicara, mungkin agar sang nenek tidak perlu berbicara terlalu keras yang bisa membuatnya kelelahan.
Memperhatikan adegan itu membuat beragam pertanyaan muncul, benarkah cinta bertumbuh karena sesuatu yang bersifat fisik? Atau benarkah cinta mampu bertahan karena sesuatu yang ter-indera-kan? Jika tidak, lalu apa yang bisa membuat mereka seperti itu? Apa yang membuat mereka menikah kemudian kuat untuk mempertahankannya sedemikian lama?
Cinta… dulu saya demikian benci bahkan jijik pada kata ini. Read more…
Recent Comments