Home > perception > Menggugah Jaman Sejarah Lewat Blogging

Menggugah Jaman Sejarah Lewat Blogging

December 31, 2007 anis Leave a comment Go to comments

Bukan, bukannya pingin ngebahas tentang pelajaran sejarah di blog. Tapi seperti yang kita tahu kalau jaman sejarah itu dimulai dengan adanya tulisan, maka tulisan ini membahas tentang tulisan. Kebetulan judul Research Report kelompok saya untuk Mata Kuliah PKI adalah “The Blogging Effect for Writing Culture Development in ITB’s Informatics Students” (yang dengan luar biasa kami selesaikan dalam waktu satu hari, ckckck… research sehari! Salut buat Bu Ketua, orang ini, dan orang ini [anggota yang lain… bikin blog dong, biar bisa saya link juga] ^_^). Dan mungkin karena hanya sehari, saya merasa “writing culture”-nya belum tergali. Karena itu saya ingin menuliskannya di sini, walaupun tetap dalam bentuk yang sangat terbatas, hanya berupa persepsi saya, dan tidak seindah dan segagah judul research kami itu.

Banyak yang berpendapat bahwa budaya menulis merupakan budaya tertinggi, mengapa? Mungkin karena untuk menuliskan sesuatu dengan baik kita tidak hanya membutuhkan wawasan (yang bisa didapatkan dalam “budaya membaca”) tentang apa yang kita tulis, tapi juga membutuhkan teknik untuk membahasakan apa yang akan kita sampaikan. Tentunya dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga pembaca memahami apa yang dibahas tanpa perlu berkomunikasi secara timbal balik dengan kita (yang bisa didapatkan dalam “budaya diskusi”).

Budaya menulis, seperti budaya-budaya yang lain, dibangun oleh kesadaran untuk berpikir dan berbuat. Berbuat apa? Ya menulis…. Lho bukannya itu biasa saja, sehari-hari pun kita menulis kan? Bukan, bukan sekadar tulisan, karena kalau hanya coretan di kertas (atau dalam hal ini ketikan di keyboard), anak SD pun bisa melakukannya. Tulisan yang dimaksud lebih merupakan output tutur kreatif, dari input beragam pengetahuan, pengamatan dan pengalaman, yang telah diproses melalui nilai rasa, persepsi dan paradigma yang sifatnya sangat personal.

Ada banyak parameter yang memberi penilaian terhadap sebuah tulisan, salah satunya adalah tujuan penulisan. Dalam bukunya, Dunia Kata, M. Fauzhil Adhim menekankan pentingnya tujuan dalam suatu tulisan. Menurutnya tujuan itulah yang dapat menggairahkan seseorang untuk menulis. Memberikan energi untuk berbagi. Menimbulkan keresahan ketika apa yang ingin disampaikan belum tersampaikan. Meletupkan usaha terbaik untuk memberikan tulisan terbaik. Alih-alih menanti mood, seseorang yang memiliki tujuan untuk menulis akan mencari alasan untuk menulis.

Lalu apa hubungannya dengan blogging? Benarkah blogging dapat meningkatkan budaya menulis para blogger? Menurut saya ya, jika blogger tersebut memang memiliki kualitas untuk menulis, yang salah satu parameternya itu punya tujuan untuk setiap postingannya.

Tujuan? Tujuan seperti apa? Bukankah posting untuk dibaca banyak orang dan diberi banyak komentar itu juga tujuan? Kalau menurut saya, itu bukan tujuan, itu justru daya tarik menulis di blog. Sementara tujuannya sendiri bisa bermacam-macam, seperti menceritakan sesuatu, memberi input pengetahuan, dsb. Teringatkan oleh sebuah hadist bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya, maka kenapa tidak, ketika kita yakin bahwa banyak yang akan membaca tulisan kita di blog, kita berusaha memberikan tulisan terbaik semampu kita untuk mereka yang membacanya? Bukan sekadar menanti comment (walau comment memang tetap menarik disimak sebagai feed back), tapi lebih pada energi untuk berbagi.

Allahu’alam bishawab

P.S. Jadi apa tujuan kamu menulis ini Nis? ^_^’

…karena, walau sangat sederhana dan penuh keterbatasan, saya mencintai menulis (sebagaimana saya mencintai menggambar dengan jenis kecintaan dan pengejawantahan yang berbeda). Dan saya ingin orang lain mencintai menulis sebagaimana saya mencintainya, bahkan lebih, sehingga bisa memperlakukan tulisannya lebih baik dari saya memperlakukan tulisan saya…

Anis : ”Maaf ya tulisan, selama ini saya menyiakan kalian ya?”

Tulisan : (serentak) “Iyaaaa!! Sok-sokan kamu Nis! Kami juga belum mencerminkan suatu fondasi untuk budaya menulis kok!”

Anis : ”Huhuhu… iya maaf, maap, maaph, maabh” (semakin berlebihan… >­_<)

Categories: perception Tags:
  1. January 1, 2008 at 9:28 am | #1

    Hihi… Pengen ketawa kalo mengingat researh PKI itu :)

  2. ray rizaldy
    January 2, 2008 at 7:10 am | #2

    jadi pengen liat report aslinya…
    nulisnya pake bahasa inggris aja, biar sekalian.
    kasi link dunk bwt di donload

  3. January 3, 2008 at 2:20 am | #3

    blogging tu apa sih?

  4. January 3, 2008 at 5:18 am | #4

    *jujur* isi blognya penting2…
    nggak suka nyampah ky aq…

  5. anis
    January 4, 2008 at 3:51 am | #5

    @reiSHA: mau pengakuan dosa nih, pas dibaca ulang laporannya ada yang kelewat lho… ^:)^ ampuuun Bu Ketua…
    @ray: ihihihi serius mau baca? minta izin ma Bu Ketua dulu
    @Petra: wah wah masih ingat ya?
    @restya: jadi *jujur* itu jujur atau “jujur” (halah…) nggak kok tulisan dirimu juga seringkali mengingatkanku :)

  6. January 12, 2008 at 10:03 am | #6

    haha..baru baca saya..
    sehari saja dan semuanya berakhir..
    eh2, tapi smoga emg beneran sukses yah kampanye menulisnya..
    amin..

  7. January 12, 2008 at 1:56 pm | #7

    Hmm… Gitu ya… Brarti ntar kalo nilai PKI-nya jelek, Anis yang tanggung jawab :)

  8. January 12, 2008 at 6:24 pm | #8

    bener tuh nis,,,
    mnurut saya, menulis itu adalah yang paling sulit kedua (setelah mengaplikasikan)…
    Walaupun menulis itu ditingkatan kedua yang paling sulit, tapi menulis itu adalah proses yang paling penting…tidak hanya untuk berbagi, tapi juga sebagai lembar yang mengingatkan kita pada state yang pernah kita alami…

    (*SI mode : on*)
    Dalam knowledge management, kegiatan menulis ini termasuk ke dalam proses knowledge storage…Hal ini sangat penting dalam suatu siklus suatu pengetahuan…Menulis itu adalah kegiatan menuangkan tacit knowledge (pengetahuan dalam otak manusia) menjadi explicit knowledge (pengetahuan yang dapat diakses bersama)…
    (*SI mode : off*)

    (*PBT mode : on*)
    Maka dari itu, jangan lupa untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan pada Pekan Baca Tulis 2008. 25 Feb – 1 Mar 2008…
    (*PBT mode : off*)

    :p

    PBT

  9. anis
    January 13, 2008 at 8:52 am | #9

    @inay: iya aamiin
    @reiSHA: wow, saya berpengaruh besar ya terhadap kelangsungan nilai PKI kalian, keren banget sih saya :p
    @vinta: duh berat…ngadepin asisten SI nih…
    hummm sekalian iklan PBT ya mbak… bagus juga memanfaatkan blog orang untuk itu… sip sip

  10. January 17, 2008 at 12:54 pm | #10

    waaah…pengen baca dong research reportnya…
    tapi…
    tampak males, mau tau kesimpulannya aja deh :P

    jadi kesimpulannya apa? :D

  11. January 18, 2008 at 10:21 am | #11

    Terima kasih atas kerjasama nya dalam kuliah Technical Writing alias Penulisan Karya Ilmiah :)

  12. pastaarmy
    October 29, 2008 at 11:16 am | #12

    mene maju….

  13. November 11, 2008 at 3:37 pm | #13

    GOOD SUCSESS

  1. January 26, 2008 at 6:17 am | #1
  2. January 30, 2008 at 2:58 pm | #2