Archive

Archive for January, 2008

Setan Angka

January 29, 2008 anis 3 comments

Setan AngkaBTW rajin banget sih saya posting? Maaf ya, buat yang bosen nggak usah baca aja :p

Yup, kali ini mau cerita tentang sebuah buku berjudul Setan Angka karya Hans Magnus Enzenberger. Buku ini bukan tentang setan dan hal-hal mistis macam uka-uka, bukan juga tentang angka-angka yang dipercaya punya “kekuatan gaib”, dan bukan buat nakut-nakutin Matematika kok… justru mengetengahkan Matematika dan angka sebagai sesuatu yang bisa dipandang dari sisi lain.

Buku ini bener-bener menggabungkan sisi lain dari cara memahami Matematika dengan khayalan yang mungkin cuma dilakukan oleh anak kecil. Read more…

Categories: review Tags:

Propaganda Opini Massa

January 29, 2008 anis 5 comments

Akhir-akhir ini sedang merasa jengah dengan media informasi, karena saya merasa seringkali media massa tidak memberikan informasi berimbang tentang pro-kontra suatu masalah. Saya tidak akan menyebutkan kasus apa yang membuat saya sampai menulis postingan ini, karena saya malas menceritakan hal itu (lagipula tersirat kok dalam tulisan ini). Saya hanya ingin mengungkapkan bahwa media (terutama yang dekat dengan masyarakat, salah satunya… let we say TV) sangat berpengaruh besar terhadap opini publik.

Beberapa anggota keluarga saya yang tadinya tergabung dalam kelompok kontra tiba-tiba ikut-ikutan merasa simpati dan mengangguk-angguk setuju dengan hal-hal yang pro. Bukan itu saja, secara luas… pembicaraan orang-orang di angkot (termasuk supir angkotnya) yang dulu sekitar tahun 1998 (ketika media pun gencar memberitakan hal yang sifatnya kontra) menjatuhkan, menjelek-jelekkan, kini berubah menjadi kasihan dan membela. Read more…

Categories: perception Tags:

It’s Everywhere

January 29, 2008 anis 2 comments

Dalam suatu kuliahnya, seorang dosen mata kuliah Manajemen Industri, yang memfokuskan kuliah tersebut pada bidang usaha kecil, pernah berkata bahwa semakin jauh perjalanan kita (misalnya dari rumah ke kampus) maka semakin banyak juga peluang usaha kecil yang bisa kita temukan dan mungkin kita lakukan.

Tapi bagi saya, yang telah menempuh perjalanan sekitar 20 km bolak-balik setiap harinya dari rumah ke kampus, menemukan peluang usaha kecil itu tetap saja sulit. Mungkin berbeda dengan sang dosen yang bisa menemukan peluang usaha dengan mudah walau hanya ketika beliau berada di kampus. Apa yang membedakan kami? Read more…

Categories: perception Tags:

Beberapa Perilaku Ponakan

January 27, 2008 anis 1 comment

Pingin cerita tentang ponakan saya yang usianya baru tiga tahun. Ponakan yang pernah bilang kalau cita-citanya adalah jadi kambing ompong ^_^. Ini adalah beberapa perilakunya yang menurut saya cukup menonjol,

1. Kalimat favoritnya saat terpojok, “Ah, Bi Anis mah galak, nggak mau main sama Bi Anis!”

Padahal siapa juga yang mau main sama dia (jahat sekali saya ini). Suatu bentuk eksistensi diri, ingin danggap penting. Ternyata hal seperti ini secara jujur telah terbentuk pada anak kecil ya. Read more…

Categories: perception Tags:

Ternyata Susu!!!

January 27, 2008 anis 8 comments

Setelah tidak begitu sukses dengan puding, esoknya tanpa menyerah sampai titik darah penghabisan (halah…) saya masak lagi. Kali ini korban saya adalah spaghetti.

Spaghetti, saya cukup sering memasak pasta jenis ini, tapi entah kenapa rasa sausnya kurang mak nyuss. Tanpa kenal lelah demi sesosok daging cincang di lemari es yang merengek ingin dimakan, maka saya mulai memutar otak untuk mencari cara membuatnya enak. (berlebihan banget ya…)

Seperti biasa spaghetti direbus, jangan lupa tambahkan sedikit minyak sayur agar tidak lengket dan sedikit garam agar cepat lunak dan agar rasa spaghetti tidak hambar. Jangan terlalu lembek, karena jika sausnya siap, spaghetti akan dimasak lagi untuk meresapkan sausnya. Lagipula, lebih enak kalau agak kenyal.

Untuk sausnya, Read more…

Categories: moment Tags:

Balada Sepasang Puding

January 27, 2008 anis 3 comments

Yup, beberapa hari ini karena nggak ada kerjaan, saya mulai ngutak-ngatik lemari dan menemukan beberapa bahan makanan yang meraung-raung ingin dimasak dan dimakan (soalnya tanggal kadaluarsa-nya sebentar lagi, hihi). Maka jadilah saya memasak setelah sekian lama tidak menyentuh kompor.

Tertarik bikin puding cokelat seudah ngeliat ada sebatang cokelat blok yang nganggur cukup lama di lemari es. Maka sang cokelat blok itu segera saya lumerkan (tahu kan cara melumerkan cokelat biar nggak gosong?) lalu merebus air, gula pasir, dan adonan agar-agar. Setelah mendidih, cokelat yang sudah cair itu dimasukkan. Lalu biarkan sampai mendidih lagi sambil diaduk-aduk. Setelah itu masukkan ke loyang/cetakan dan biarkan dingin.

Lalu jadinya seperti apa saudara-saudara? Read more…

Categories: moment Tags:

Ulang Tanggal

January 26, 2008 anis 1 comment

Iseng-iseng liat blog stats, ternyata terjadi lonjakan yang cukup tinggi di hari yang bertepatan dengan tanggal kelahiran saya (saya sebut ulang tanggal, bukan ulang tahun, karena buat saya aneh kalau disebut ulang tahun, rasanya saya nggak pernah mengulang tahun… >__<) saya memang masih menganggap birthday sebagai sesuatu yang istimewa. Masa yang pas untuk “berhenti sejenak”.

Tapi sekarang, entah kenapa, saya lebih suka untuk tidak menjadikannya istimewa lagi. (walau demikian, saya sangat… sangat… sangat… berterima kasih dan sangat menghargai orang-orang yang telah memberi perhatian untuk saya dengan mengingat tanggal kelahiran saya dan mengucapkan selamat ulang tahun lewat media apapun, dan saya tetap merasa terharu dan senang untuk itu). Read more…

Categories: moment, perception

Cita-Cita?

January 22, 2008 anis 4 comments

Setiap kali ada kesempatan, saya sering nanya pada ponakan saya apa cita-cita mereka, dan jawabannya sungguh aneh bin ajaib…

  • ponakan 1: mau jadi robot
  • ponakan 2: jadi Samurai X
  • ponakan 3: jadi mobil
  • ponakan 4: jadi kambing ompong (yang ini baru tiga tahun, nampaknya sangat terinspirasi oleh lagu-nya Melisa yang salah satu syairnya, “jadi anak jangan suka bohong, klo bohong digigit kambing ompong”) eh harimau ompong aja… (dia ngeralat)

Dan sebenarnya masih banyak jawaban aneh lain yang udah saya lupa. Hummm, sebenarnya apa yang salah ya? Mungkin usia mereka memang masih kecil untuk memikirkan tentang cita-cita, tapi kadang saya memang merasa aneh dengan diri saya sendiri. Dulu waktu kecil pun cita-cita saya aneh-aneh kok, misalnya mau jadi mata-mata (jadinya sangat suka main mencari jejak atau polisi-polisian). Dan seudah agak ngerti tentang cita-cita, cita-cita saya adalah jadi arsitek… dan ternyata malah nyasar ke IF….

Apa ada yang salah dengan pembinaan anak-anak Indonesia hingga kebanyakan cita-cita mereka seringkali tidak sesuai dengan realitanya? (ini kata temen yang pernah ke Swedia…)

Apa ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia hingga angka orang-orang yang merasa “salah jurusan”, “tidak berada di tempat yang diinginkan” atau sebangsanya itu cukup tinggi?

Categories: moment Tags:

Stimulus Netral

January 15, 2008 anis 5 comments

Saat lagi semangat-semangatnya nulis di blog, terjadi sebuah percakapan singkat:

Anis : “Tulisannya bagus nggak?”
Mama : “Biasa aja, yang paling mending juga cuma yang ini
(OOT) Tunggu dulu, kenapa mama bisa baca blog saya? Ehehe, itu karena hobi baru beliau adalah ngebaca blog orang-orang, makanya setiap kali ada kesempatan nge-net pasti buka planet-if atau if2005. Dan pastinya beliau juga jadi ngebaca blog saya. Jadi jangan heran ya kalau mama saya kenal teman-teman dari apa yang teman-teman tulis ^_^. (OOT)

Komentar mama membuat saya jadi berpikir banyak tentang tulisan saya. Membuat saya untuk sementara kehilangan semangat menulis. Tapi kemudian teringatkan sebuah kalimat, bahwa stimulus… berupa apapun yang kita alami, harus berusaha kita pandang sebagai sesuatu yang netral. Yang menjadikan sesuatu positif atau negatif adalah cara kita merespon stimulus tersebut. Read more…

Categories: perception Tags: