Home > perception > It’s Everywhere

It’s Everywhere

Dalam suatu kuliahnya, seorang dosen mata kuliah Manajemen Industri, yang memfokuskan kuliah tersebut pada bidang usaha kecil, pernah berkata bahwa semakin jauh perjalanan kita (misalnya dari rumah ke kampus) maka semakin banyak juga peluang usaha kecil yang bisa kita temukan dan mungkin kita lakukan.

Tapi bagi saya, yang telah menempuh perjalanan sekitar 20 km bolak-balik setiap harinya dari rumah ke kampus, menemukan peluang usaha kecil itu tetap saja sulit. Mungkin berbeda dengan sang dosen yang bisa menemukan peluang usaha dengan mudah walau hanya ketika beliau berada di kampus. Apa yang membedakan kami? Menurut saya, kemampuan dan keterasahan. Beliau mungkin telah menggeluti bidang bisnis sejak lama hingga demikian sensitif terhadap peluang bisnis, beda dengan saya yang baru bisa terkagum-kagum atas materi yang beliau berikan.

Mirip dengan hal itu, hikmah juga menurut saya tidak membutuhkan suatu “pencarian khusus” karena toh, hikmah itu ada di mana-mana, yang membedakan seseorang mampu menangkapnya atau tidak adalah kemampuan dan keterasahan.

NB: terima kasih banyak untuk seorang teman yang senantiasa menjaga saya (termasuk menjaga blog saya ini) agar senantiasa berada di koridornya. Saya sendiri mulai menyadari bahwa hal-hal dalam tulisan saya semakin lama semakin tidak sesuai lagi dengan tujuan saya membuat blog ini.

Sempat terpikir untuk menghapus blog ini, tapi pertanggungjawaban atas kesalahan dan kemudharatan yang diakibatkan blog ini seharusnya mendorong saya untuk menulis hal yang justru membayar semuanya. Maka, teruslah di sini… jaga saya… karena ternyata saya tak akan pernah mampu menjaga diri saya sendiri.

Dan untuk pembaca lain yang merasa dengan membaca blog ini hanya membuang waktu, bukannya mendapat manfaat dan malah mendapat mudharat, segeralah berhenti membaca blog ini! Karena saya khawatir harus menanggung kesalahan yang semakin bertumpuk.

Maaf jika blog ini tak lagi sesuai dengan tagline-nya “mengumpulkan harta yang terserak” padahal harta itu terserak… it’s everywhere….

Categories: perception Tags:
  1. kceydloaz
    January 30, 2008 at 6:46 am | #1

    anis, sudahlah, jangan berlebihan begitu. hohohohohoho. manusia tidak luput dari kesalahan. saat kamu tidak lagi melakukan kesalahan, berarti you no longer human…

    =)))))

    iya, emang akhir-akhir ini ngerasa jadi zombie sih wakakakaka… iya deh kk makasih, ngisi dua kali ya? hehe dianggap spam tuh…

  2. kceydloaz
    January 30, 2008 at 6:51 am | #2

    ganbatte ne!!!

    when u no longer doing mistakes, yhen you no longer human …(bhs inggris ngasal=))

    hai… ganbatte kudasai!

  1. No trackbacks yet.