Seorang gadis manis masuk ke dalam angkot yang saya naiki (lagi-lagi kisah di angkot… huhu gimana lagi, klo saya hitung-hitung, saya sudah menjalani hidup saya selama sekitar setengah tahun di angkot
). Di belakangnya, dua orang laki-laki mengikutinya memasuki sang angkot. Sepertinya salah satu dari laki-laki itu mengenal keluarga sang gadis.
Gadis itu mengenakan seragam sebuah sekolah menengah kejuruan. Matanya sayu (bukan sayang uang
) dan sendu (dan bukan seneng duit
). Walau masih putih, seragamnya terlihat agak lusuh, mungkin karena ada bercak hitam seperti bekas cat di bagian bahunya. Kalau saja kulitnya putih terawat, dan rambutnya agak panjang, maka ia tak ubahnya gadis Jepang di video klip Konayuki (saya masih normal kan klo suka ngeliatin cewek cantik???? >_<).
Salah satu laki-laki itu mulai membuka pembicaraan dengan gadis itu, mulai dari pertanyaan standar, seperti, “Mau ke mana?” “Masih sekolah, atau kerja?” sampai pertanyaan yang tidak saya duga, “Ibu di mana sekarang?” (sebenarnya dalam bahasa Sunda sih, tapi saya Indonesiakan
, saya baik ya, memperhatikan pembaca yang bukan orang Sunda… hueeekkss
)
Dan gadis itu menggeleng, “Nggak tahu…”
Laki-laki yang bertanya sedikit berbisik pada laki-laki satunya, “Kasihan, ibunya udah nggak tahu di mana, nggak sayang sama anak-anaknya.”
Dan dari sisa pembicaraan mereka, saya hanya bisa menangkap kalau gadis itu memang ditinggal ibunya, sementara ayahnya hanya sesekali pulang karena bekerja di Jakarta. Jadi berpikir, memangnya ke mana ibunya? Pertanyaan saya itu membawa saya ke berbagai kemungkinan… kemungkinan yang pada akhirnya membuat saya bersyukur memiliki keluarga yang sangat baik.
“Give thanks to Allah, for the moon and the stars… prays in all day full, what is and what was… Take hold of your iman, dont givin to shaitan. Oh you who believe please give thanks to Allah.” (Give thanks to Allah, Michael Jackson)
Recent Comments