Archive

Archive for June 2, 2008

Muhammad: His Life Based On The Earliest Sources

June 2, 2008 anis 13 comments

Kalau ditanya, siapa aja tokoh di film Ayat-Ayat Cinta, dan siapa pemerannya, mungkin banyak diantara kita yang hapal. Tapi kalau ditanya… siapa aja sahabat Rasul yang dijamin masuk surga? Atau siapa aja assabiquunal awwaluun? Atau siapa aja putra-putri nabi? Saya pun belum tentu lancar menjawabnya.

Malu… ya…. Padahal ada banyak pelajaran ketika kita belajar sirah nabi. Padahal ada banyak hal yang mengharu hijau (pinjem istilah orang ini) dalam setiap kisah perjalanan beliau. Padahal ada banyak yang harus diteladani. Ada banyak hal yang menjadikan kuat dan menguatkan.

Saya memang nangis baca novel Ayat-Ayat Cinta (pas si Fahri mimpi ketemu Ibnu Mas’ud yang tentu aja nggak ada di filmnya :p, tapi anehnya saya nggak nangis pas Maria meninggal :p). Tapi seingat saya, baca Sirah Nabawiyah memaksa saya menangis lebih “banyak”.

Jadi di resensi kali ini, saya pingin cerita tentang salah satu buku tentang Rasulullah. Yup buku karya seorang muallaf bernama asli Martin Lings ini mungkin memang terlihat biasa aja, nggak jauh beda sama buku tentang Rasulullah yang lain. Yang membuat saya pingin baca adalah karena si penulisnya seorang muallaf asal Inggris :) dan buku ini udah diterjemahin ke lebih dari 10 bahasa.

Buku ini nggak “senovel” buku Dialah Muhammad, tapi nggak juga “seanalitik” Sirah Nabawiyah karya Al-Buthy apalagi Manhaj Harakiy-nya Al-Ghadban. Mungkin cukup mirip sama Sirah Nabawiyah-nya Mubarakfurry.

Yang saya suka dari buku ini adalah, saya dapat cukup banyak hal baru yang nggak saya temui dari keempat buku yang saya tulis di atas (walau dari keempat buku itu saya dapat hal yang lain juga, yaaah intinya saling melengkapi lah). Salah satunya adalah silsilah yang cukup lengkap. Kalau dulu saya bingung denger Khadijah bilang ke Rasulullah, “Wahai anak pamanku…” kirain itu cuma istilah Arab doang buat romantis-romantisan :p, ternyata emang mereka masih ada ikatan darah.

Hal lain yang saya suka adalah cara si penulis menyisip-nyisipkan ayat Al Qur’an. Rasanya pas dan manis. Selain itu, gaya bahasanya nggak berlebihan, dan apa adanya.

Walau ada beberapa pendapat yang mempermasalahkan beberapa isi dari buku ini, menurut saya itu justru menambah daya tarik untuk mengkajinya lebih dalam yang mana yang benar (gyahahaha, iya gitu Nis? sok sokan banget :p).

Dan jangan salah sangka dulu ya, karena sebenarnya saya belum selesai baca buku ini, tapi udah pingin posting tentang buku ini :D

I miss u yaa Rasulullah…

Categories: review Tags: