Malang
Bukan, kami belum jalan-jalan ke Malang kok (insya Allah akan… hehehe aamiiin). Malang itu ngikut-ngikut Bolang, hehe udah nemu kepanjangannya? Yosh, mahasiswa petualang hahaha, terdengar menjijikkan, tapi yah terserahlah.
Lho emang di Surabaya KP apa jalan-jalan? Yah sekali merengkuh dayung dua tiga tempat wisata pulau terlewati
Hahaha… jadi setelah (padahal baru aja… ) 4 hari KP, maka pada hari Sabtu saya dan seorang teman memutuskan untuk keliling Surabaya. Jadi sehari sebelumnya, kami bertanya pada Mbah Gugel, “Mbah… dimanakah tempat-tempat wisata di Surabaya?” dan dengan sigap Mbah Gugel memuntahkan sebuah peta wisata beserta trayek mikrolet di Surabaya. Malam harinya, dengan penuh pertimbangan, kami mencari tempat wisata mana saja yang akan kami sambangi. Dan setelah melalui debat yang cukup alot (duh mudah-mudahan teman saya nggak baca, soalnya saya banyak membesar-besarkan isi postingan kali ini
) terpilihlah 3 tempat wisata untuk kami kunjungi.
Tet teret teret…. inilah road-map nya
Pertama kami mengunjungi Kebun Binatang Surabaya. Kebun Binatang yang katanya sih paling besar se-Asia Tenggara, yeah walau kami nggak yakin dan mulai berargumentasi, “Kebun binatang terbesar dalam kategori kebun binatang yang berkandang ya? Yang di negara lain mungkin lebih besar tapi nggak berkandang”.
Apa bedanya sama kebun binatang samping kampus? Ummm kalau kata saya sih lebih besar, lebih rapi dan bersih, lebih banyak jenis hewannya, dan yang saya suka itu adalah tembok-tembok berrelief binatang-binatang. Lucu….
Next, kami ke Museum Mpu Tantular. Karena di peta terlihat dekat, ya sudah kami sambangi saja, tapi oo ternyata itu ada di daerah Sidoarjo…. wak waw…. tapi ya sudahlah kami datangi juga. Dan oo udah tutup saudara-saudara! Tapi dengan baik hati sang satpam mengizinkan kami masuk dan melihat-lihat walau tidak lama. Mungkin karena terliat kami bukan orang pribumi, dan setelah mengakui asal-usul daerah kami, mungkin mereka merasa iba
.
Ada apa di museum ini? Ummm kalau kata saya sih ini mirip-mirip Museum Sri Baduga yang ada di Bandung, isinya tentang kebudayaan. Sayangnya kami nggak sempat liat-liat ke lantai 2, katanya di sana ada pelajaran2 Fisika gitu.
Perjalanan kami teruskan ke Pasar Sepatu Wedoro. Kirain kayak gimana, ternyata seperti toko-toko sepatu kecil-kecilan di Bandung yang disatukan dalam satu tempat.
Capek banget seudah jalan-jalan, kami berniat istirahat, tapi ternyata jalan-jalan kami belum boleh berakhir
, kami diajak ikut ke Bandara Juanda, yah sekadar liat-liat. Bandara yang besar dan rapi. Tapi ada banyak orang-orang tidur di pelatarannya, apa sebab? Ummm ngantar/ jemput TKW katanya sih.
Selama berpetualang di Surabaya jangan lupa bawa air minum, panas!! Orang-orang Surabaya nampaknya nggak begitu suka jalan-jalan kek orang Bandung, buktinya beberapa orang yang kami tanyai posisi dan trayek menuju objek wisata yang ingin kami kunjungi tak bisa menjawab pertanyaan kami. Mungkin iklimnya memang tidak cocok untuk jalan-jalan yah.
Selain itu, kami juga kadang heran mengapa orang-orang yang kami lalui seringkali menatap kami dengan tatapan aneh. Beberapa analisis yang kami kemukakan menanggapi tatapan aneh itu:
- Kami sama-sama pakai baju bernuansa hitam
- Di Surabaya orang yang pakai kerudung macam kami jarang
- Kami begitu manis (cih… cih…)
- (yang ini dari bibi saya) Kalian dianggap TKW kali karena pakai baju hitam dan kerudung gitu (huaaaaa…. sangat bertentangan dengan analisis poin ke-3)
Apa yang paling berkesan? Jalan-jalan tanpa kendaraan pribadi, langsung bertemu dan bersentuhan dengan masyarakat, dengan bahasa yang luar biasa asing di telinga saya
Tapi hal yang paling berkesan adalah saat mendengar shalawatan bersama masyarakat di sebuah masjid di tepi jalan saat kami singgah untuk shalat Ashar.
Yosh, moga pekan depan jalan-jalannya lebih menyenangkan
(Nisss… kerjain tugas Kp-nya!!! Masa Mita sama Reisha ngoding kamu ongkang-ongkang kaki? Huaaa ampuuunn)



Wak ndak diajaknyo jalan-jalan doh… Kejaaammm… Jaleh kan… Huhu…
Btw, jangan lupa bikin log KP, hehe…
haiyyah… anis, assalamu’alaikum wrwb..
hohooo, menemukanmu di dunia maya..
hehe, aku link yah..
mau donk jadi Mahasiswa Petualang juga…
KPnya tampak seruuu, jalan2 di tempat yang baru.
huhuhu…
hoho
menyenangkan sekali sepertinya ^_^
Betul sekali kalo kamu bilang orang Surabaya ga suka jalan-jalan. Saya salah satunya yang seperti itu, dan masih banyak juga temen-temen saya yang sama.
BTW, lain kali boleh kok kalo ke Surabaya, ngabarin saya. He..he.. sepanjang ga repot, pasti saya temuin.
huahahaha, jadi reisha gak diajak toh,
)
trus komentar dari bibinya anis itu… hahaha
ikut nambahin ah, mungkin disangkanya TKW yang abis dideportasi gara2 gak punya visa
wah.. mau donk jalan2..
di Serpong ada ga ya museum??
hmm, tapi ternyata di seberang jalan kantor saya ada Taman Makam Pahlawan..
kikikik.. serem amat pake item2, udah panas, dikira TKW.. hehehe.. eh, tapi kan TKW berjasa menghasilkan devisa buat negara..
btw, kok bs diajak jalan2 ke bandara?? siapa yang ngajak??
hahhaha.. mirip2 sama crt aku nih nis.. tp yg kamu ga pake kesasar.. ha3x..
eh, jd memunculkan ide bagus nih, mencari peta & tmpt2 wisata di Bali…
..
plus jalur angkotny jg.. tp disini jarang banget angkot bo, banyakny taksi.. bisa gilaa… hehe..
jaleh itu jelas nis..
)
mumpung ada disana, ya ditelusuri semua tempatnya nis..
semangat! lupakan KPnya!
wawah…teteh ke surabaya?
asikasik ntar banyak oleh-oleh *husnuzan