Kerinduan Itu….
Kembali ke Bandung… rasanya begitu menyenangkan. Rasanya ada begitu banyak hal yang saya rindukan selama hampir dua bulan kepergian saya.
Perjalanan KP saya memang sangat menyenangkan. Dilalui penuh dengan canda tawa, ke-GJ-an, dan jalan-jalan yang menyenangkan. Berwisata budaya dengan mengenal tradisi dan kebiasaan teman-teman KP, keluarga mereka, dan masyarakat di sekitar.
Tapi tetap rasanya ada yang hilang….
Bali, 4 Agustus 2008. Suasana hati saya sedang tidak enak, melihat lingkungan yang membuat saya agak mual, mendengar sapaan-sapaan yang membuat saya sedih, dan ditambah lagi jempol saya harus nyelip di pintu taksi ketika saya menutupnya dengan cukup keras, hingga sampai sekarang lukanya masih berbekas.
Sampai beberapa saat kemudian, seorang teman menyapa lewat YM. Seorang teman yang memang “rajin” mengingatkan saya yang nakal. Tanpa babibu beliau mengucapkan selamat jalan-jalan, dan setelah itu beliau langsung bercerita kondisi Bandung dan teman-teman yang sedang berjuang di kota tercinta.
Dan air mata saya luruh seketika itu juga. Bahkan sedikit tergugu. Yaa Rabb, sudah terlalu lama hamba-Mu ini lalai dari mengingati-Mu. Sungguh… kesenangan, kelapangan merupakan ujian juga. Dan saya menatap jempol saya… Yaa Rabb jika ini merupakan peringatan dari-Mu, jika ini hukuman dari kelalaian hamba-Mu ini, maka hamba sungguh bersyukur karenanya….
Terima kasih Yaa Rabb, karena masih menghadiahkan luka ini untuk hamba. Terima kasih karena memberikan hamba teman yang begitu baik. Terima kasih karena hamba masih dianugerahi kerinduan terhadap sesuatu yang bernama GHIRAH.
Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya,”Kapan seorang hamba bisa istirahat?” Beliau menjawab, ”Ketika kakinya menginjak surga…!”
Waduh… sampe kamu balik ke Bandung lagi kita blum sempat ketemuan yah di Surabaya ???
Gagal nih ketemuan sama temen baru….
hoihoi….
oleh-olehnya manna?????
hehe……………………..
nis, maen ke rumahku dong, aku dah di margahayu. sepi nih