Archive for June 6, 2010

Batas Kehormatan

Saya tengah melewati sebuah lapang kampus ketika sepasang pemuda-pemudi berjalan berpapasan dengan saya. Mereka tampak tengah asyik bercanda sambil saling menyilangkan tangan, berangkulan, bukan di bahu, tapi di perut. Mungkin saya terlalu berpikiran negatif, tapi rasanya mereka tidak tampak seperti sepasang suami istri (saya dan suami saya kalau berjalan di kampus bahkan menghindari berpegangan tangan… rasanya malu, malu kenapa? entahlah…) pun tidak tampak seperti adik-kakak apalagi ayah-anak atau ibu-anak XD.

Hal itu membuat saya teringat kejadian saat SMA. Saat itu karena kesalahan komunikasi kelompok drama saya tidak tahu hari dimana kami akan tampil, dan karena tidak siap, kami berakting penuh improvisasi. Saat itulah teman saya meletakkan tangannya di bahu saya karena kami berperan sebagai suami-istri. Entahlah, mungkin ada yang menganggap hal itu wajar, toh kami hanya bermain drama, toh itu improvisasi karena tak ada latihan sebelumnya… tapi pada akhirnya saya  cuma bisa menangis di kelas karena merasa batas kehormatan saya telah dilampaui.

Saya paham jika setiap orang punya batas kehormatan yang berbeda-beda. Tapi benarkah telah terjadi degradasi dari zaman ke zaman? Jika ya, kenapa? Apakah ada hubungannya dengan tayangan TV misalnya? Jika ya, bukankah para pembuat tayangan itu bersikukuh pembuatan tayangan itu berdasarkan fakta lapangan? Jadi siapa mempengaruhi siapa?

“Laki-laki itu dimana-mana ABCD, alligator, buaya, crocodile, dragon… jadi wanitalah yang berperan untuk menjaga dirinya…” sebuah kalimat dari seorang yang saya hormati. Dulu saya meningkahi kalimat itu dengan tawa, tapi ya… sekarang saya mengamininya. Meski laki-laki pun juga bisa, tapi sepertinya wanitalah yang bisa lebih berperan untuk menentukan batas kehormatannya.

Allahu’alam bishawab


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.